Standar Kapal-Kapal Non Konvensi Indonesia

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementrian Perhubungan bekerja sama dengan Australian Maritime Safety Authority (AMSA) melaksanakan kerjasama teknis untuk menyusun suatu Standar Kapal Non-Konvensi (Non-Convention Vessel Standard / NCVS) Berbendera Indonesia Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut

Indonesia Ratifies Several IMO Instruments

IMO Secretary-General, Koji Sekimizu (left), receives the Instruments of Accession to MARPOL Annexes III, IV, V and VI and the SAR Convention, from His Excellency Mr. T. M. Hamzah Thayeb, Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of the Republic of Indonesia to the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland and Permanent Representative to IMO

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 27 November 2011

Pemilihan Anggota Dewan IMO 2012 - 2013

PRESS RELEASE

Indonesia Berhasil Terpilih Kembali Sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C untuk Periode 2011-2013

Pada sidang Assembly ke-27 International Maritime Organization (IMO) di Markas Besar IMO di London pada tanggal 25 November 2011 yang dipimpin Duta Besar Eduardo Medina-Mora dari Mexico selaku Presiden dari Sidang Umum, Indonesia telah berhasil terpilih kembali sebagai anggota Dewan IMO kategori C periode 2011- 2013 dengan perolehan 128 suara dari 155 suara sah. Kategori C adalah Negara-negara yang memiliki kepentingan khusus di bidang transportasi laut atau navigasi.

Perolehan suara dukungan tersebut telah menempatkan Indonesia dan Australia pada urutan ke-2 berdasarkan perolehan jumlah dukungan suara dari total 26 negara anggota IMO yang ikut mencalonkan diri untuk memperebutkan 20 kursi yang tersedia di Dewan IMO Kategori C. Singapura dengan perolehan suara 131 berhasil menduduki urutan nomer satu pada pemilihan dimaksud.



Pada pemilihan kali ini, Indonesia telah berhasil menaikkan peringkatnya dibandingkan pemilihan pada tahun 2009 yang menduduki peringkat ketiga dan mengungguli Siprus (127), Turki (126), Filipina (121), Chile (121), Malaysia (120), Afrika Selatan (119), Meksiko (119), Bahamas (118), Thailand (115), Kenya 109), Belgia (109), Maroko (108), Liberia (107), Malta (104), Mesir (101), Denmark (100).



Terdapat 6 negara yang tidak berhasil terpilih untuk kategori tersebut yakni: Nigeria (99), Saudi Arabia (95), Peru (94); Kuwait (89), Cook Island (62) dan Oman (53).


Terpilihnya kembali Indonesia sebagai anggota Dewan IMO merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi masyarakat internasional terhadap peran Indonesia yang selama ini telah secara aktif memberikan kontribusi positif terhadap kegiatan IMO terkait dengan keamanan dan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan laut. Keanggotaan Indonesia pada Dewan IMO yang merupakan badan eksekutif dari organisasi tersebut juga memberikan peluang yang lebih besar kepada Indonesia untuk terus dapat memainkan peranan penting dalam dunia pelayaran, khususnya dalam menempatkan keamanan dan keselamatan pelayaran serta meningkatkan perlindungan lingkungan ekosistem laut sebagai prioritas utama dalam kegiatan pelayaran global sekaligus pula memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di bidang pelayaran dan kemaritiman.



Dalam hal ini, Indonesia berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan negara anggota IMO dan Sekretariat IMO dalam mengatasi isu-isu maritim global yang sedang dihadapi saat ini, termasuk penanganan masalah piracy dan armed robbery di Gulf of Aden dan perairan lepas pantai Somalia serta isu climate change.



Berkaitan dengan isu piracy, beberapa ketua delegasi Negara anggota IMO dalam pernyataannya mengemukakan dukungan terhadap usaha IMO dalam menanggulangi kasus perompakan dan pembajakan yang tengah marak di Perairan Somalia dan Gulf of Aden melalui usaha pembuatan Pedoman untuk penempatan personil keamanan swasta bersenjata yang dikontrak di atas kapal (Guidelines for Privately Contracted Armed Security Personnel Onboard).


Pemilihan anggota Dewan IMO ini merupakan bagian dari rangkaian mata acara kegiatan Sidang IMO ke-27 yang dilaksanakan dari tanggal 21-30 November 2011. Dalam hal ini, delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan selaku Ketua Delegasi RI dengan anggota Delri dari pejabat Kemlu, Kemhub, KBRI London, Pelindo, BKI, Insa serta stakeholders lainnya.


Selain pemilihan anggota Dewan IMO Kategori C, pada sidang Assembly ke-27 kali ini juga telah ditetapkan 10 anggota Dewan IMO pada Kategori A yang beranggotakan 10 negara yang memiliki peranan dan kepentingan paling besar dalam memberikan international shipping services, yaitu China, Yunani, Italia, Jepang, Norwegia, Panama, Korea Selatan, Russia, Inggris dan Amerika Serikat. Disamping itu pada Kategori B, telah dikukuhkan 10 anggota Dewan IMO untuk periode 2011 – 2013 yaitu: Argentina , Banglades , Brazil , Canada , Perancis, Jerman , India , Belanda, Spanyol dan Swedia.

IMO Kategori C. 2012-2013



1. Singapura dengan perolehan suara 131 berhasil menduduki urutan nomer satu pada pemilihan dimaksud.

2. Indonesia pada pemilihan kali ini, telah berhasil menaikkan peringkatnya dibandingkan pemilihan pada tahun 2009 yang menduduki peringkat ketiga dengan perolehan suara 128,

3. Australia memiliki perolehan suara sama 128,

4. Siprus (127),

5. Turki (126),

6. Filipina (121),

7. Chile (121),

8. Malaysia (120),

9. Afrika Selatan (119),

10. Meksiko (119),

11. Bahamas (118),

12. Thailand (115),

13. Kenya 109),

14. Belgia (109),

15. Maroko (108),

16. Liberia (107),

17. Jamaica (107),

18. Malta (104),

19. Mesir (101),

20. Denmark (100).



Terdapat 6 negara yang tidak berhasil terpilih untuk kategori tersebut yakni: Nigeria (99), Saudi Arabia (95), Peru (94); Kuwait (89), Cook Island (62) dan Oman (53).

Sabtu, 05 November 2011

Upacara Pemakaman Bapak Oetarjo



Prosesi Pemakaman Bapak Oetarjo (Pelaku Sejarah) dilaksanakan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta